Pengobatan Kanker Tulang

kanker tulang Pengobatan Kanker TulangHampir semua orang sering mengabaikan rasa nyeri pada tulang. Biasanya mereka beranggapan bahwa hal tersebut adalah penyakit rematik biasa.

Padahal mungkin saja mereka mengalami gejala kanker tulang.

Kanker tulang ini sendiri bila tidak dicegah dan diobati sejak dini bisa sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan kematian.

Pada tingkatan yang parah kanker tulang bisa menyebabkan kelumpuhan. Tingkat kelumpuhan ini juga tergantung pada stadium kanker tulang.

Pada stadium yang rendah, kanker tulang bisa menyebabkan kelumpuhan pada organ-organ tertentu. Namun bila sudah masuk stadium yang parah, saraf bisa putus sehingga bisa menyebabkan beberapa organ menjadi lumpuh secara sekaligus.

Meski belum ada bukti yang kuat, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa pria mempunyai resiko kanker tulang lebih besar bila dibandingkan dengan wanita. Walaupun begitu, ada baiknya bila anda juga mengenali gejala-gejalanya.

 

Berikut ini adalah gejala-gejala kanker tulang, yaitu :


  • Adanya rasa nyeri pada tulang

Tulang yang sering merasa nyeri biasanya adalah gtumor pada tulang Pengobatan Kanker Tulangejala yang paling umum. Sel-sel kankeryang memberikan tekanan pada jaringan dalam dan syaraf tulang adalah penyebab dari rasa nyeri ini.

Rasa nyeri biasanya dialami pada malam hari di bagian tulang punggung, tulang rusuk, dan tulang kaki. Rasa nyeri juga semakin sakit bila digunakan untuk aktivitas fisik yang agak berat.

Jika anda sering mengalami rasa nyeri pada tulang, sebaiknya segera periksakan kesehatan anda ke dokteruntuk didiagnosa.

Bila tidak segera ditangani hal ini bisa menyebabkan kelumpuhan pada sistem jaringan tulang anda.

 

  • Nafsu makan dan berat badan turun

Nafsu makan hilang yang disertai oleh berat badan yang berkurang secara drastis merupakan gejala dari kanker tulang. Anda sering merasa capek dan selalu tidak nafsu makan, walaupun anda sendiri sudah mempunyai niat untuk makan.

 

  • Tulang menjadi lemah

Bila anda merasakan tulang anda semakin lemah, khususnya ketika tidak mampu melakukan aktivitas berat seperti biasanya maka kemungkinan anda mempunyai gejala kanker tulang.

Hal ini terjadi karena sel-sel kanker menyerang syaraf dan jaringan tulang, sehingga tulang jadi melemah.

 

  • Adanya benjolan atau pembengkakan pada tulang

Adanya pembengkakan yang tidak kunjung hilang walaupun sudah diobati dalam waktu yang lama juga merupakan gejala yang umum dari kanker tulang. Penyebabnya bisa dari suatu benturan atau tertimpa sesuatu yang keras.

Jika anda mengalami hal ini maka sebaiknya anda melakukan pemeriksaan ke klinik atau rumah sakit terdekat untuk menekan resiko kanker tulang sejak dini.

 

  • Mengalami demam yang disertai mual dan muntah

Demam yang disertai mual dan muntah biasanya disebabkan oleh tingkat kalsium dalam darah yang meningkat. Walaupun kemungkinannya kecil, namun hal ini bisa jadi merupakan gejala awal dari kanker tulang.

 

Kanker tulang terdiri dari 2 jenis :

  1. Kanker tulang metastatik (kanker tulang sekunder)

Kanker ini bukan berasal dari tulang, melainkan berasal dari organ lain yang kemudian tumbuh dan berkembang ke tulang.

Misalnya : kanker paru yang tumbuh dan berkembang ke tulang. Sel-sel kanker ini bukan merupakan sel tulang, tetapi mirip sel paru.

  1. Kanker tulang primer

Kanker ini berasal dari tulang.

Sedangkan kanker tulang primer sendiri terdiri dari beberapa jenis, misalnya :

  • Mieloma multipel

Mieloma multipelMieloma Multipel adalah jenis kanker tulang primer yang berasal dari sel sumsum tulang yang berfungsi untuk memproduksi sel darah. Kanker tulang primer jenis ini adalah yang paling sering ditemukan di masyarakat di mana penderitanya kebanyakan adalah orang dewasa.
Tumor ini bisa menyerang satu tulang atau lebih sehingga penderita bisa merasakan rasa nyeri pada beberapa titik tubuhnya.

 

  • Osteosarkoma

Osteosarkoma (Sarkoma Osteogenik)Osteosarkoma merupakan tumor tulang yang ganas. Tumor ini pada mempunyai hubungan yang erat dengan masa pertumbuhan pada anak-anak atau remaja dan sering ditemukan pada anak-anak dengan usia sekitar 15 tahun.
Anak remaja laki-laki lebih rentan terkena penyakit jenis ini, namun anak laki-laki dan anak wanita mempunyai peluang yang sama.

Penyebab dari penyakit ini belum diketahui dengan pasti namun diperkirakan karena faktor keturunan.

Osteosarkoma biasanya tumbuh pada ujung bawah dari tulang paha, ujung atas dari tulang lengan atas dan ujung atas dari tulang kering.

Lokasi titik tubuh yang terkena osteosarkoma tersebut adalah tempat dimana terjadi kecepatan pertumbuhan dan perubahan yang terbesar.

Ujung tulang-tulang tersebut merupakan daerah dimana terjadi perubahan dan kecepatan pertumbuhan yang terbesar. Di sisi lain osteosarkoma juga bisa menyerang dan tumbuh pada tulang lainnya.

Pada umumnya penderita akan merasakan gejala nyeri. Kemudian penderita akan merasakan gejala yang lebih berat apabila tumor sudah tumbuh menjadi besar, misalnya terjadi pembengkakan dan kemampuan bergerak yang terbatas. Pembengkakan ini terlihat berwarna merah dan terasa hangat ketika diraba dengan tangan.

Penderita akan merasakan nyeri pada lengan ketika mengangkat suatu benda apabila tumor tumbuh pada lengan. Penderita akan berjalan dengan timpang apabila tumor tumbuh pada tungkai.

Patah tulang kemungkinan besar merupakan gejala awal dari penyakit ini karena tulang menjadi lemah akibat serangan tumor. Patah tulang yang terjadi pada titik sumber lokasi tumor (fraktur patologis ) seringkali terjadi akibat sering melakukan gerakan rutin.

 

  • Fibrosarkoma & Histiositoma Fibrosa Maligna

Fibrosarkoma dan Histiositoma Fibrosa MalignaKanker ini biasanya berasal dari jaringan ikat selain tulang (jaringan lunak), seperti tendo, lemak, ligamen, dan otot. Penderita kanker ini biasanya ditemukan pada orang dewasa dan orang yang sudah berusia lanjut.
Tulang pada lengan, tungkai, dan rahang adalah bagian tulang yang paling sering terkena kanker ini.

Kanker fibrosarkoma dan histiositoma fibrosa maligna mempunyai kesamaan lokasi, bentuk, gejala lokasi dan pengobatan dengan osteosarkoma.

 

  • Kondrosarkoma

KondrosarkomaKondrosarkoma merupakan tumor yang terdiri dari sel-sel tulang rawan (kartilago) yang ganas.
Kebanyakan kondrosarkoma berkembang dengan lambat atau merupakan tumor derajat rendah yang harus dilakukan pembedahan untuk penyembuhannya.

Diantara kondrosarkoma ada tumor derajat tinggi yang cenderung untuk menyebar. Diagnosa yang harus dilakukan adalah biopsi.

Kondrosarkoma harus diangkat seluruhnya melalui pembedahan karena tidak bereaksi terhadap kemoterapi maupun terapi penyinaran. Amputasi tungkai atau lengan jarang diperlukan. Jika tumor diangkat seluruhnya, lebih dari 75% penderita bertahan hidup.

 

  • Tumor Ewing

Tumor Ewing (Sarkoma Ewing)Tumor ewing pada umumnya muncul pada masa pertumbuhan (pubertas) atau pada masa tulang tumbuh dengan sangat cepat. Kanker ini sulit ditemukan pada anak Afro-Amerika dan anak yang berusia 10 tahun ke bawah.
Tumor bisa berkembang dan menyebar dari bagian tubuh manapun, namun yang paling sering adalah pada tulang panggul, tulang dada, tulang panjang anggota gerak, tulang pipih, dan tulang tengkorak.

Penderita yang terkena penyakit ini akan mengeluhkan adanya rasa nyeri, demam dan ada pembengkakan pada bagian tulang.

Tumor ini mudah tumbuh dan berkembang ke paru-paru ataupun tulang lainnya. Penyakit ini sulit didiagnosis sehingga ketika sudah terdiagnosis penyebaran sel kanker telah mencapai 30%.

 

  • Limfoma Tulang Maligna.

Limfoma Tulang Maligna (Sarkoma Sel Retikulum)Seseorang yang berusia 40 hingga 50 tahun lebih beresiko terkena limfoma tulang maligna.

Kanker ini bisa berasal dari segala tulang atau bisa juga berasal dari tempat lain pada tubuh lalu tumbuh dan menyebar ke tulang.

Penderita yang terkena penyakit ini akan mengeluhkan adanya rasa nyeri, pembengkakan ataupun tulang yang mudah patah.

Pengobatan

Terapi kanker tulang mempunyai beberapa pilihan metode yang bisa dilakukan berdasarkan lokasi kanker tulang, jenis kanker tulang, tingkat agresif kanker tulang, dan apakah kanker hanya menyerang jaringan sekitar atau metastasis (jauh).

Tiga metode pengobatan yang bisa dilakukan untuk pengobatan kanker tulang yaitu kemoterapi, operasi dan terapi radiasi. Untuk stadium kanker tulang yang sangat parah pada umumnya harus dilakukan amputasi.

Dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam bidang kesehatan langkah amputasi tidak lagi menjadi pilihan utama seperti dulu. Dengan metode pengobatan modern sel kanker akan dimatikan terlebih dahulu dengan pengobatan sebelum akhirnya melakukan pergantian tulang pada penderita

Berikut ini adalah langkah-langkah terapi yang harus dilakukan untuk mengatasi kanker tulang berdasarkan jenisnya, yaitu :

  • Mieloma multipel

Pengobatannya rumit, yaitu meliputi kemoterapi, terapi penyinaran dan pembedahan.

  • Osteosarkoma (Sarkoma Osteogenik)

Sebelum dokter akan melakukan diagnosa sebelum melakukan kemoterapi dan pembedahan.

Langkah-langkah diagnosa yang dilakukan diantaranya :

  1. Akan dilakukan rontgen pada tulang yang terkena kanker.
  2. Akan dilakukan CT scan pada tulang yang terkena kanker.
  3. Akan dilakukan pemeriksaan darah dan kimia serum.
  4. Akan dilakukan CT scan dada untuk melihat dan mengamati adanya kemungkinan menyebar ke paru-paru.
  5. Melakukan biopsi terbuka.
  6. Melakukan skening tulang untuk melihat dan mengamati penyebaran tumor.Kemoterapi akan diberikan untuk memperkecil dan menghambat ukuran tumor, kemudian akan dilakukan pembedahan. Kemoterapi termasuk langkah awal yang penting karena memiliki kemampuan membunuh setiap sel yang sudah berkembang dan menyebar di dalam tubuh.

Kemoterapi yang biasa diberikan:
- Metotreksat dengan leukovorin (dosis tinggi)
- Doxorubicin (adriamisin)
- Cisplatin
- Cyclophosphamide (sitoksan)
- Bleomycin.

Angka harapan hidup penderita bisa mencapai 60% apabila kanker belum menyebar ke paru-paru.

Untuk penderita yang berhasil didiagnosis biasanya mampu bertahan hidup selama 5 tahun dengan angka harapan hidup sebesar 75%.

  • Fibrosarkoma dan histiositoma fibrosa maligna mempunyai kesamaan pengobatan dengan osteosarkoma.
  • KondrosarkomaKanker jenis ini harus dilakukan dengan pembedahan dan tidak bisa diatasi dengan terapi penyinaran ataupun kemoterapi. Amputasi lengan dan tungkai dilakukan hanya bila kanker sudah masuk dalam stadium yang parah.

Jika seluruh tumor berhasil diangkat maka penderita mempunyai angka harapan hidup lebih dari 75%.

  • Tumor Ewing (Sarkoma Ewing)Jika hasil diagnosa menunjukkan adanya tumor Ewing maka akan dilakukan diagnosa lebih lanjut untuk menentukan titik lokasi dan penyebaran dari tumor.

 

Diagnosa yang akan dilakukan diantaranya :

  1. Akan dilakukan rontgen pada tulang kerangka tubuh.
  2. Akan dilakukan rontgen dada.
  3. Akan dilakukan CT scan pada dada.
  4. Akan dilakukan skening tulang.
  5. Akan dilakukan biopsi tumor.

Setelah melakukan diagnosa, langkah selanjutnya adalah dengan melakukan pengobatan yang bisa  mengkombinasikan beberapa terapi yang terdiri dari :

  • Kemoterapi. Kemoterapi yang diberikan misalnya daktinomisin, vinkristin, etoposid, siklofosfamid, , doksorubisin, ifosfamid.
  • Terapi penyinaran tumor.
  • Terapi pembedahan untuk mengangkat tumor.
  • Prognosis, namun tergantung dari titik lokasi tumor dan penyebarannya.
  • Limfoma Tulang Maligna (Sarkoma Sel Retikulum)Pengobatan untuk limfoma tulang maligna pada umumnya dilakukan dengan pengangkatan tumor atau kombinasi dari terapi penyinaran dan kemoterapi. Amputasi hanya dilakukan ketika sudah dalam keadaan yang sangat parah.

 

 

  • Limb Salvage

Ada juga teknik baru yaitu limb salvage. Teknik pengobatan ini dilakukan dengan cara menyambung kaki penderita tumor dengan kaki pasien lain yang baru meninggal.

Teknik terapi ini mempunyai kemungkinan keberhasilan sebesar 80% dan sudah mulai diterapkan di seluruh dunia termasuk Indonesia.

Langkah-langkahnya adalah dengan menjalani terapi kemoterapi terlebih dahulu lalu mengangkat tumor ganas. Tulang harus diganti bila kondisinya memang menunjukkan bahwa tulang harus diganti.

 

Leave a Reply